Halo, Sobat Nutty!
Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya saat melihat teman yang pakai kacamata? Gimana caranya kaca bening itu bisa bikin penglihatan yang buram jadi super tajam? Atau pas kamu mainan kaca pembesar (lup), kok bisa tulisan semut jadi segede gajah? Nah, semua keajaiban itu adalah permainan cahaya di benda bernama lensa!
Hari ini, kita akan jalan-jalan ke dunia optik untuk membedah tuntas dua bintang utama kita: Lensa Cembung dan Lensa Cekung. Siapkan buku catatan dan jiwa rasa ingin tahumu, Sobat Nutty!
Apa Sih Lensa Itu, Sobat Nutty?
Secara sederhana, lensa adalah benda bening (biasanya kaca atau plastik) yang dibatasi oleh dua permukaan lengkung, atau satu permukaan lengkung dan satu permukaan datar. Berbeda dengan cermin yang memantulkan cahaya, lensa bekerja dengan cara membiaskan (membelokkan) cahaya yang melewatinya.
Ada dua jenis lensa lengkung yang paling sering kita temui dan pelajari. Mari kita bedah satu per satu!
1. Lensa Cembung (Lensa Positif)

Lensa cembung (konveks) adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian tepinya. Coba deh raba kaca pembesar di rumah, pasti bagian tengahnya menonjol, kan? Itu dia!Sifat Utama:Lensa cembung bersifat Konvergen alias mengumpulkan cahaya. Kalau ada sinar-sinar sejajar yang melewati lensa ini, mereka akan dibelokkan dan mengumpul di satu titik yang disebut Titik Fokus Utama (F).
Tiga Sinar Istimewa Lensa Cembung
Untuk tahu di mana letak bayangan benda, kita butuh bantuan “Sinar Istimewa”. Cukup pakai dua dari tiga sinar ini, bayangan benda sudah bisa ketemu!
Ciri yang pertama
Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan menuju titik fokus (F) di belakang lensa.
Ciri yang kedua
Sinar datang melalui titik fokus (F) di depan lensa akan dibiaskan sejajar sumbu utama.
Ciri yang ketiga
Sinar datang melalui titik pusat optik lensa (O) diteruskan lurus tanpa dibiaskan.
Sifat Bayangan Lensa Cembung

Sifat bayangan pada lensa cembung itu “bunglon” banget, tergantung di mana kamu meletakkan bendanya! Ingat Dalil Esbach: Ruang Benda + Ruang Bayangan = 5.
Jika benda di Ruang I (antara O dan F):
Bayangannya Maya, Tegak, Diperbesar (seperti fungsi kaca pembesar).
Jika benda di Ruang II (antara F dan 2F):
Bayangannya Nyata, Terbalik, Diperbesar.
Jika benda di Ruang III (Lebih Jauh dari 2F):
Bayangannya Nyata, Terbalik, Diperkecil (seperti fungsi lensa kamera).
2. Lensa Cekung (Lensa Negatif)

Kebalikan dari cembung, lensa cekung (konkaf) punya bagian tengah yang lebih tipis dibandingkan bagian ujungnya. Lensa ini sering banget dipakai sebagai kacamata buat Sobat Nutty yang rabun jauh (miopi).
Sifat Utama:
Lensa cekung bersifat Divergen alias menyebarkan cahaya. Sinar-sinar sejajar yang datang ke lensa ini akan dibiaskan menyebar, seolah-olah sinar tersebut berasal dari satu titik fokus virtual di depan lensa.
Tiga Sinar Istimewa Lensa Cekung
Bagaimana sobat Nutty apakah kalian sudah mengetahui tentang sinar istimewa dalam lensa cekung? Yuk Kepoin di bawah ini….
Pertama
Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus (F1) di depan lensa.
Kedua
Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus (F2) di belakang lensa akan dibiaskan sejajar sumbu utama.
Ketiga
Sinar datang melalui titik pusat optik lensa (O) diteruskan tanpa dibiaskan.
Sifat Bayangan Lensa Cekung
Nah, kalau lensa cekung ini sangat setia, Sobat Nutty! Di mana pun kamu meletakkan bendanya (selama bendanya nyata), sifat bayangannya akan selalu sama, yaitu: Maya, Tegak, Diperkecil. Gampang banget dihafal, kan?
Rumus Sakti Lensa Optik
Supaya materinya makin afdal, kita wajib tahu rumus matematisnya. Tenang, rumusnya gampang kok, asalkan teliti!Hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan (s’), dan jarak fokus (f) dirumuskan sebagai:
Lalu, seberapa besar sih bayangannya dibandingkan bendanya? Kita bisa pakai rumus Perbesaran Bayangan (M):
(Keterangan: h adalah tinggi benda, h’ adalah tinggi bayangan. Tanda mutlak berarti nilai M selalu positif).
Untuk kacamata, kita mengenal istilah Kekuatan Lensa (P) dengan satuan Dioptri:
(Gunakan rumus ini jika f dalam satuan centimeter)
ATURAN YANG SANGAT PENTING…!!!
Nilai f Positif (+) untuk Lensa Cembung.
Nilai f Negatif (-) untuk Lensa Cekung.
Jika hasil hitungan s’ positif (+), bayangan bersifat Nyata dan Terbalik.
Jika hasil hitungan s’ negatif (-), bayangan bersifat Maya dan Tegak.
Gimana, sudah siap menaklukkan soal-soal optik? Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu agar bisa belajar bareng, ya! Sampai jumpa di materi fisika seru lainnya!


