Halo, Sobat Nutty!
Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, kenapa ya ada teman kita yang harus duduk di depan kelas supaya tulisan di papan tulis kelihatan jelas? Atau mungkin kamu sendiri yang pakai kacamata?
Nah, di materi IPA kelas 8 kali ini, kita bakal kupas tuntas rahasia di balik penglihatan kita. Kita akan belajar tentang Cacat Mata (Gangguan Penglihatan) dan gimana sih cara kerja kacamata, alias menghitung Kekuatan Lensa (Dioptri). Siapkan catatannya, yuk kita mulai!

1. Kenalan Dulu Sama Cacat Mata
Mata normal (Emetropi) bisa melihat benda dari jarak yang sangat jauh (tak terhingga) sampai jarak dekat (sekitar 25 cm) dengan jelas. Tapi, kadang lensa mata kita terlalu cembung atau terlalu pipih, sehingga bayangan benda tidak jatuh tepat di retina. Inilah yang disebut cacat mata.
Ada dua cacat mata yang paling sering kita temui:
A. Miopi (Rabun Jauh)

Sobat Nutty yang punya Miopi biasanya kesulitan melihat benda yang jaraknya jauh. Tulisan di papan tulis dari belakang kelas kelihatan buram! Kenapa bisa begitu?
Penyebab: Lensa mata terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang.
Akibat: Bayangan benda jatuh di depan retina.
Solusi: Ditolong pakai kacamata lensa cekung (negatif / -).
B. Hipermetropi (Rabun Dekat)
Kalau yang ini kebalikannya. Penderita Hipermetropi susah banget baca tulisan dari jarak dekat (misalnya baca buku), tapi kalau lihat yang jauh malah jelas.
Penyebab: Lensa mata terlalu pipih atau bola mata terlalu pendek.
Akibat: Bayangan benda jatuh di belakang retina.
Solusi: Ditolong pakai kacamata lensa cembung (positif / +).
2. Apa Itu Dioptri (Kekuatan Lensa)?

Pernah dengar temanmu bilang, “Minus kacamata aku udah nambah jadi minus 2 nih!”? Nah, angka “2” itu sebenarnya merujuk pada satuan Dioptri.
Dioptri (D) adalah satuan untuk mengukur kekuatan lensa kacamata. Kekuatan lensa ini (disimbolkan dengan P) dihitung berdasarkan seberapa jauh atau seberapa dekat mata seseorang masih bisa melihat dengan jelas.
PP (Punctum Proximum): Titik Dekat, yaitu jarak paling dekat yang masih bisa dibaca jelas oleh mata hipermetropi (satuannya dalam cm).
Sn: Jarak baca mata normal (biasanya dianggap 25 cm).
3. Rumus Sakti Menghitung Dioptri Kacamata
Ini dia bagian serunya! Biar gampang, kita pisahkan rumusnya ya:
Rumus Kacamata Miopi (Rabun Jauh)

Keterangan:
P = Kekuatan Lensa (Dioptri)
PR = Titik Jauh Penderita (dalam satuan sentimeter).
Rumus Kacamata Hipermetropi (Rabun Dekat)
Karena orang rabun dekat pakai kacamata plus, hasil akhirnya pasti positif.



