Selamat Datang

KOMPLIKASI

Komplikasi

Gagal Ginjal Kronis

5-Stadium-Penyakit-Ginjal-Kronik-1024x1024

Gagal ginjal kronis merupakan penyakit yang menurunnya fungsi ginjal. Ginjal mempunyai fungsi untuk mengatur tubuh kita. Ginjal mempunyai fungsi yang sangat penting, ketika ginjal mengalami kerusakan, hal ini berdampak besar bagi keseimbangan tubuh dan akan mengakibatkan komplikasi. Beberapa komplikasi yang akan ditimbulkan akibat gagal ginjal kronis adalah:

ANEMIA

Anemia - Smart Kidney

Anemia didefinisikan sebagai -penurunan satu atau lebih dari jumlah sel darah merah, konsentrasi hemoglobin dan hematcocrit. National Kidney Foundation mendefinisikan anemia adalah kadar hemoglobin kurang dari 13,5 gr/dl pada laki-laki dan kurang dari 12 gr/dl pada wanita. Hampir pasien gagal ginjal kronis mengalami anemia. Hal ini disebabkan karena ginjal tidak menghasilkan hormon eritropoietin yang berfungsi mematangkan sel darah merah di sumsung tulang. Selain itu penyebab anemia pada gagal ginjal kronis adalah kekurangan zat besi, vitamin B 12, asam folat; perdarah saluran cerna, hiperparatiroid yang berat; infeksi dan sel darah merah yang umurnya pendek. Pasien gagal ginjal kronis yang mengalami anemia akan diberikan suntikan hormon erythropoietin (EPO) untuk mematangkan sel darah merah. Selain itu juga akan diberikan zat besi dan trasnfusi sesuai indikasi pemberian. Target hemoglobin untuk pasien gagal ginjal kronis adalah 11 sampai dengan 12 gr/dl.

GANGGUAN MINERAL TULANG

Gangguan Mineral Tulang - Smart Kidney

Gangguan mineral tulang menyembabkan perubahan struktur dari tulang dan tulang rentang untuk patah. Hal ini terjadi karena ketidaknormalan abnormalitas metbolisme kalsium, fosfor, PTH, atau vitamin D. Gangguan metabolisme tulang dan mineral merupakan bagian dari komplikasi PGK. Perubahan ini tampak lebih nyata pada stadium lanjut PGK, namun mekanismenya sudah berlangsung sejak stadium awal. Gangguan metabolism fosfat, kalsium, vitamin D, dan hormon paratiroid mendasari kondisi tersebut. Pemberian terapi pada kondisi ini bersifat individual bergantung pada kondisi pasien masing-masing. Terapi umumnya diberikan apabila terdapat perubahan parameter yang persisten dan progresif, bukan sebagai bagian dari preventif. Selain itu, pertimbangan terapi juga berdasarkan pada hasil pemeriksaan serial, bukan berdasarkan hasil pemeriksaan tunggal dengan tetap mempertimbangkan parameter GMT-PGK lainnya.

RESIKO GANGGUAN KARDIOVASCULAR

Resiko Gangguan Kardiovascular - Smart Kidney

Kenaikan risiko kardiovascular berhubungan dengan gagal ginjal kronis stadium akhir. Hipertensi adalah salah satu komplikasi yang dialami oleh pasien gagal ginjal kronis. Kerusakan ginjal yang terjadi akibat penyakit ginjal menyebabkan hipoksia, yang merangsang terbentuknya renin, renin yang beredar ke seluruh tubuh akan menyebabkan meningkatnya substansi - substansi seperti angiotensinogen, angiotensin I, ACE, angiotensin II, dan aldostoeron. Sehingga membuat meningkatnya tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi akan memperberat kerja jantung. Jantung akan cepat lelah dan akan meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung.

GANGGUAN NUTRISI

Gangguan Nutrisi Tubuh - Smart Kidney

Seiring dengan jalannya waktu pasien gagal ginjal kronis akan mengalami penurunan metabolisme dari protein, air, garam, potassium, dan fosfat. Perubahan ini akan membuat ketidakefektifan pembuatan energi. Hal yang paling membuat gangguan nutrisi pada pasien gagal ginjal kronis adalah ketidakefektifan penggunaan nutrisi dan ketidakcukupan konsumsi nutrisi. Ahli gizi akan menghitung kebutuhan nutrisi harian, sehingga akan terhindar dari kekurangan nutrisi.

Sumber :
Thomas, R., Abbas Kanso., John R Sedor. (2008). Chronic Kidney Disease and Its Complications. Prim Care Clin Office Pract, 35; 299-344.

Nugroho, P. (2021). Pengelolaan Gangguan Mineral Tulang pada Penyakit Ginjal Kronik. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 8 (4); 218-227.

Kadir, A. (2016). Hubungan patofisiologi hipertensi dan hipertensi renal. Jurnal Ilmiah Kedokteran, 5 (1); 15-25

Beranda

Tips

Video

Setting